Friday, February 19, 2010

Seorang Lelaki & Fatamorgana

Kembali ke padang itu
yang kering, tandus dan gersang
seorang lelaki aneh berjalan tanpa sepatu
tempang bertongkat harap

sambil memungut butir-butir kerikil
yang terasa sangat panas di tumit
dia melihat ke depan
sayup, kosong, fatamorgana...

Melihat ke belakang
perjalanan yang sangat lelah
medan tempur penuh luka dan parut,

Sambil menyeret sebelah kakinya yang tempang
sambil terus memungut butir kerikil yang panas
dia menggenggamnya tanpa sedar,
jemarinya terbakar.

dia terus melangkah
fatamorgana
demi fatamorgana...
padang itu seperti tidak menjanjikan apa-apa

dengan wajah kurang pasti
debaran yang tak pernah berhenti
tapi dia terus melangkah
terkadang berlari,
menuju sebuah noktah.

Monday, February 8, 2010

MONOLOG

Oh !
Pada pintu terakhir ini
Aku masih gagal membunuhmu
Untuk kesekian kalinya

Tuhan,
Berikan aku belati suci
Bertatahkan doa para wali
Bagi anugerah pembunuhan abadi

Untuk kesekian kalinya
Kembalikan aku ke laut
Kerana antara ombak, karang dan camar
Aku bisa jadi barang mainannya
Dan bahtera itu
Barangkali bisa membawa aku ke sana

Sunday, February 7, 2010

Kebarangkalian dan Takdir

Bila kebarangkalian
menjadi sesuatu
yang tidak mungkin

apakah
kita mesti berperang dengan takdir
atau membiarkan
mimpi menjerat realiti

kerana langkah
tidak mungkin berhenti
pencarian sebuah noktah
menjadi belati di tangan
yang menusuk dada sendiri...

permainan seorang pejuang

cedera - luka, bisa,
kehilangan - sepi, hening..
terbuang - asing, sendiri...
terkorban - sakit, bangkit.
permainan seorang pejuang,
pembunuh lelaki lemah.

rindu yang sakit,
rindu kekasih Hakiki-Tuhan
bukan sedekah kematian...
Tuhan.
Beri aku kekuatan.